Mulailah dengan ‘brain dump’ singkat: tulis semua yang terlintas dalam kepala tanpa menghakimi atau menyunting. Tujuannya bukan menyelesaikan semuanya, melainkan memberi ruang bagi ide-ide yang berhamburan.

Setelah itu, baca kembali dan kelompokkan poin-poin yang mirip atau saling terkait. Menandai atau memberi nomor pada kelompok ini membantu menciptakan urutan yang logis untuk ditangani satu per satu.

Gunakan format sederhana seperti daftar bernomor atau kotak centang untuk tugas yang ingin dilakukan. Visualisasi urutan membuat langkah berikutnya lebih jelas dan mengurangi rasa kacau.

Batasi waktu menulis menjadi 10–15 menit agar proses tetap ringan dan tidak berubah menjadi beban tambahan. Waktu terbatas sering membantu memilih poin yang paling relevan.

Sertakan refleksi singkat di akhir — satu kalimat tentang prioritas hari itu atau langkah pertama yang akan diambil. Kalimat penutup ini berfungsi sebagai pengingat yang mudah diikuti.

Simpan catatan dalam buku kecil atau aplikasi sederhana sehingga pola berpikir berurutan dapat dilihat kembali dan disesuaikan sesuai kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *